Berdayakan UMKM Kudus, Pj. Bupati Kudus Terus Optimalkan E-Katalog

 09-02-2024 09:28 WIB by Admin  87x    News

KUDUS - Kemudahan berbelanja online berpengaruh pada akses pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memasarkan produknya. Pemerintah turut mendukung pemberdayaan UMKM lewat aplikasi belanja online E-Katalog. Penjabat (Pj.) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie menuturkan katalog lokal Kabupaten Kudus per 1 Februari 2024, terdapat 33 etalase dengan 161 penyedia dan 6.448 produk tayang.
 
"Antusiasme UMKM Kudus luar biasa. Saat ini, terdapat 33 etalase yang terdaftar dalam katalog lokal Kabupaten Kudus. Kami upayakan terus meningkat," ucapnya saat menghadiri Sosialisasi Peluang Usaha Belanja Pemerintah Melalui Katalog Elektronik di Hotel Gripta, Jumat (2/2).
 
Hasan menyampaikan nilai transaksi Pemerintah Kudus melalui e-katalog per 31 Januari 2024 mencapai Rp. 11,68 miliar. Terdiri dari katalog lokal Kabupaten Kudus sebesar Rp. 3,83 miliar dan katalog sektoral dan nasional sebesar Rp. 7,85 miliar. Dukungan Pemerintah Kabupaten Kudus menjadi angin segar untuk memberdayakan UMKM lokal.
 
"Kami optimis nilai transaksi katalog lokal Kabupaten Kudus terus meningkat. Tren UMKM di Kudus pun terus berkembang," paparnya.
 
Kultur masyarakat yang menerapkan petuah Sunan Kudus "Gusjigang" yakni bagus laku, pintar mengaji, dan berdagang diyakini dapat memaksimalkan upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Hasan menjelaskan akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan pihak terkait untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM.
 
"DNA berdagang sudah mendarah daging pada masyarakat Kabupaten Kudus. Jadi saya yakin pengembangan E-Katalog maksimal," jelasnya.
 
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi mengapresiasi banyaknya UMKM Kudus yang bergabung dalam katalog lokal. Pihaknya memaparkan jumlah produk UMKM yang tayang di katalog elektronik (E-Katalog) hingga kini sudah mencapai 7,6 juta produk, sehingga melampaui target awal. Hendi menargetkan tahun ini lebih dari 50 persen UMKM tayang di E-Katalog.
 
"Sosialisasi ini bertujuan agar semakin banyak pelaku UMKM yang bergabung di E-Katalog," tandasnya. (*)